Kasus OTT oleh Polres Probolinggo, Kades Karanggeger Bantah Jebak Ketua LSM

Home / Berita / OTT Ketua LSM di Probolinggo, Kades: Saya Tidak Jebak Dia
OTT Ketua LSM di Probolinggo, Kades: Saya Tidak Jebak Dia Kepala Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Bawon Santoso (FOTO: Radarbromo.jawapos.com)

TIMESPASURUAN, PROBOLINGGO – Kepala Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Bawon Santoso, mengaku tidak menjebak Wahid, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Rim Satgas Saber Pungli Polres Probolinggo, pada Senin (29/6/2020) lalu.

"Saya tidak menjebak dia. Saya merasa aneh aja saat dia minta motor seharga Rp 5 juta. Uang saya tak cukup, tapi ia masih minta sisa uang anggaran desa, ya terpaksa saya menyuruhnya datang ke kantor desa, sampai di kantor ia minta sejumlah uang," tutur Bawon, pada wartawan, Rabu (2/7/2020).

"Karena dia maksa minta, lalu saya koordinasi dengan anggota Reskrim Polres Probolinggo, dan ternyata kelakuan Wahid, salah kalau seperti itu. Begitu saya memberikan uang pakai amplop sebesar Rp 3 juta, petugas Polres datang, saat itulah ia diamankan," sambung Bawon, menceritakan peristiwa itu.

Begitu petugas datang dan mengamankan, kata Bawon, Wahid langsung melemparkan uang itu kembali ke meja kerjanya. Karena mungkin seakan akan tak menerima uang itu.

"Saya gak habis pikir, kenapa Wahid itu berubah seperti itu, minta-minta uang yang jumlahnya demikian. Padahal, sejak dulu dia seperti saudara dengan saya. Kalau cuma uang Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, sering saya kasih. Bahkan, ban mobilnya dia kempes saya belikan," celetuknya.

Diberitakan sebelumnya, seorang Ketua LSM yakni Wahid, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, terjaring OTT Tim Satgas Saber Pungli Polres Probolinggo, karena diduga telah melakukan pemerasan terhadap seorang Kades Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabuparen setempat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com