Danrem 083/BDJ: Mari Jaga Bersama Keutuhan NKRI

Home / Berita / Danrem 083/BDJ: Mari Jaga Bersama Keutuhan NKRI
Danrem 083/BDJ: Mari Jaga Bersama Keutuhan NKRI Danrem 083/BDJ, Kolonel Inf Zainuddin di acara Perkenalan & Silaturahmi Kebangsaan di Hotel Harris Malang. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

TIMESPASURUAN, MALANG – Komandan Korem 083 Baladhika Jaya (Danrem 083/BDJ), Kolonel Inf Zainuddin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Kolonel Inf Zainuddin pada acara Perkenalan dan Silaturahmi Kebangsaan bersama segenap komponen bangsa di Harris Hotel & Conventions Malang, Kamis, (15/8/2019). 

Dalam kesempatan itu, Kolonel Inf Zainuddin menjelaskan pentingnya kebersamaan dan gotong royong. Forum ini, sambungnya, dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi bersama untuk menjaga keutuhan NKRI

"Karena tidak bisa kita membangkitkan semangat bangsa melalui pikir saja, tapi dari hati atau rasa. Sebab itu, kami undang semua elemen bangsa untuk silaturahmi," katanya. 

Kolonel-Inf-Zainuddin-272c5fc343c635e55.jpg

Kolonel Inf Zainuddin menerangkan maksud tema kebersamaan yang diangkat adalah semangat gotong royong dan menyambung tali silaturahmi. 

"Bersama menggapai kejayaan NKRI. Artinya, yang kuat melindungi yang lemah, yang pintar mengajari yang tidak pintar, yang kaya membantu yang miskin. Itulah nilai kebersamaan," tegasnya. 

Kolonel Inf Zainuddin juga mendorong masyarakat untuk optimistis. Ia mengajak masyarakat menjaga keutuhan NKRI karena menurutnya tidak semua negara suka dengan NKRI. Sehingga ancaman ini harus dihadapi bersama.

"Ayo maju. Ayo maju menjadi bangsa yang kuat dan disegani kalangan internasional. Indonesia negara yang besar dan kaya Sumber Daya Alam. Kekayaan ini akan menjadi rebutan negara-negara di dunia. Kita harus optimis untuk maju," ajaknya.

Kolonel-Inf-Zainuddin-3.jpg

Acara dihadiri ratusan peserta. Turut hadir Wali Kota Malang, H Sutiaji, Kapolresta Malang, Kajari Kota Malang, FKUB Kota Malang, Pemuda Pancasila, Ketua LVRI Kota Malang, BEM Universitas di Kota Malang, Resimen Mahasiswa dan beberapa pimpinan media. 

Sepanjang penjelasan, Kolonel Inf Zainuddin juga berkali-kali mengajak masyarakat untuk mengenang perjuangan para pendahulu. Di acara yang dihadiri puluhan veteran itu, ia mengajak masyarakat ingat sejarah kemerdekaan bahwa Indonesia merdeka bukan hasil pemberian tapi perlawanan yang penuh pengorbanan.

“Bung Karno pernah berkata sama kita JAS MERAH (Jangan sampai melupakan sejarah). Kemerdekaan ini bukan hadiah. Kita rebut dengan perlawanan, perjuangan dan pengorbanan. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena kamu akan melawan bangsamu sendiri,” beber dia mengutip ucapan Bung Karno.

Kolonel-Inf-Zainuddin-4.jpg

Afirmasi pernyataan Kolonel Inf Zainuddin, Wali Kota Malang, H Sutiaji menerangkan bahwa atribut yang dipakai peserta, tali ikat kepala merah putih, adalah bentuk spirit NKRI dan perjuangan kemerdekaan.

"Sesungguhnya merah putih itu adalah hakikat hidup kita. Merah artinya darah, yaitu perjuangan. Putih berarti kesucian yang harus kita jaga bersama," bebernya gamblang. 

Veteran laskar Hizbulah dan Sabilillah, KH Mashudi pun hadir. Kiai yang berusia 117 tahun itu menceritakan perjuangannya saat melawan penjajah.

“Perjuangan para pahlawan kita dulu sangat luar biasa melawan dan mengusir penjajah,” tuturnya dan melanjutkan memimpin doa bersama seluruh tamu undangan yang hadir.

Di akhir sambutannya, Danrem 083/BDJ meminta seluruh komponen bangsa termasuk mahasiswa untuk bersama-sama gotong royong dan menjaga keutuhan NKRI. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com