Hebat Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua di Universitas Al-Azhar Mesir

Home / Berita / Hebat Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua di Universitas Al-Azhar Mesir
Hebat Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua di Universitas Al-Azhar Mesir Seremoni dimulainya pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua di Universitas Al-Azhar Mesir. (FOTO: istimewa)

TIMESPASURUAN, JAKARTAUniversitas Al-Azhar, Mesir menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua pada Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar dan hal tersebut akan dimulai pada tahun akademik 2019/2020.

Ide itu lahir atas inisiasi Atdikbud KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab pada tahun 2016. Waktu itu KBRI melihat betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi penutur yang bukan asli Indonesia, terutama komunitas pelajar dan mahasiswa Mesir.

Terlebih perlunya membangun sinergitas dalam pengembangan ilmu bahasa Indonesia di kalangan civitas academika Universitas Al-Azhar. Karena itu tahun itu juga KBRI bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar untuk mengajarkan bahasa Indonesia di Al-Azhar.

Al-Azhar-a.jpg

Hasilnya dalam selama 3 tahun ternyata perkembangannya siginifikan. Banyak dosen dan mahasiswa Al-Azhar dari  lintas fakultas yang ikut serta menjadi pembelajar Bahasa Indonesia di fakultas tersebut. Karena itulah bahasa Indonesia akhirnya dikembangkan lebih akademis.

KBRI Cairo kemudian menggandeng tiga stake holder yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), UIN  (Universitas Islam Negeri) Maulana  Malik Ibrahim Malang  dan Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS) yang akan menjadi penyedia utama SDM pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar. 

Selain itu KBRI tentunya juga menggandeng Universitas Al-Azhar, Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (PPSDK- BPBP) Kemendikbud RI, Kemenristek Dikti RI, serta Kemenag RI.

Perjalanan menuju realisasi itu,  para stake holder itu beberapa kali melaksanakan FGD (Focused Group Discussion) yang juga dihadiri oleh Dekan fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, yang waktu itu dijabat Prof. Dr. Thaha Badri.

Hasil FGD itu kemudian disampaikan secara resmi kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mohamed Husein al-Mahrashawidan kemudian dibahas di Sidang Senat Universitas Al-Azhar, dimana senat Univeristas Al-Azhar akhirnya menyetujui untuk mengajarkan Bahasa  Indonesia sebagai Bahasa kedua di fakultas tersebut yang dimulai pada tahun akademik 2019/2020.

Seremoni dimulainya pengajaran Bahasa Indonesia tersebut dilakukan pada hari Rabu (9/10/2019) lalu di Aula Fakultas  Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar. Hadir pada saat itu Duta Besar RI Cairo, Helmy Fauzy, Atdikbud KBRI Cairo, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, Rektor UGM, Prof. Dr. Panut Mulyono,  Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim, Dr. M. Isroqunnajah, M.A.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Al-Azhar yang telah menerima Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar," kata Duta Besar RI di Mesir.

Rektor Universitas Al-Azhar mengatakan, pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa Kedua adalah langkah awal dalam mempersiapkan pembukaan Prodi Indonesia di kampus Al-Azhar.

Universitas Al-Azhar berharap, dalam masa persiapan ini pihaknya mempersiapkan kader calon dosen yang akan mengajar di prodi ini. Selain itu, diharapkan agar para mahasiswa yang saat ini memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa Kedua, diberikan kesempatan untuk kuliah di Indonesia selama 2 tahun, sehingga bisa menguasai Bahasa Indonesia dari sumbernya.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com