Ini Sosok Prof KH Abdul Kahar Muzakkir dan Prof Dr Sardjito, Rektor UII yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan

Home / Berita / Ini Sosok Prof KH Abdul Kahar Muzakkir dan Prof Dr Sardjito, Rektor UII yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan
Ini Sosok Prof KH Abdul Kahar Muzakkir dan Prof Dr Sardjito, Rektor UII yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Sosok Prof KH Abdul Kahar Muzakkir, Rektor UII pertama yang ditetapkan sebagai Pahlawan RI. (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)

TIMESPASURUAN, YOGYAKARTAPresiden RI Joko Widodo resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) pertama pada Tahun 1945, dan Prof Dr SardjitoRektor ke 3 UII Tahun 1964 hingga 1970. Kedua tokoh bangsa ini telah menjalankan tugas sejarahnya masing-masing.

Rektor UII, Fathul Wahid, ST, M.Sc, Ph.D mengatakan sebagai Rektor perintis pertama sejak berdiri Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir, dihadapkan pada masa-masa sulit diawal pendirian sekolah tinggi Islam saat itu, beliau telah menanamkan nilai -nilai keislaman yang dipadukan dengan nilai intelektualitas yang luar biasa untuk UII sampai hari ini.

“Jadi di UII ini adalah tempat bertemunya ilmu pengetahuan dan agama, serta nilai-nilai kebangsaan,” tutur Fathul

Meskipun demikian beliau tetap merawat keberadaan UII, untuk menjaga eksistensi ketika UII ulang tahun yang ke-4 tahun 1949, upacara Milad tetap dilakukan di tengah peperangan tidak di kampus tetapi di desa tegal layang srandakan Bantul.

Sementara itu, Prof. Dr. Sardjito juga menjalankan tugas kesejarahan yang lain. Ketika UII dalam asuhannya dari 1964 sampai 1970 Prof. Sardjito membuka cabang UII dibanyak kota, ada 5 kota yang dibuka dan pada saat itulah dibuka fakultas-fakultas eksata ada Fakultas Kedokteran, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik dan Fakultas Farmasi. Sampai Prof Dr Sardjito meninggal pada tahun 1970 ketika belum menyelesaikan masa amanahnya, UII telah tersebar di delapan kota dengan 22 Fakultas. 

Menurut Rektor UII, Fathul Wahid, perjuangan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir memang tidak mudah, UII telah mengkawal proses pengajuan ini waktunya cukup lama dimulai sejak sebelum tahun 2014. Jadi kurang lebih 4 tahun, dan tahun ini dikabulkan oleh Presiden Joko Widodo

"Sebelumnya, UII dikunjungi oleh tim visitasi dari pemerintah pusat pada Agustus tahun 2018 untuk memvalidasi secara fisik seperti apa UII menempatkan dan memuliakan beliau dalam keseharian kita. Sehingga beliau layak menjadi Pahlawan Nasional," ucapnya.

"Selain itu, perjuangan Pak Kahar ketika pulang dari Kairo saat itu aktif menjadi Direktur Madrasah Mualimin Yogyakarta, beliau juga aktif dalam perjuangan, beliau adalah anggota BPUPKI dan juga anggota panitia 9 yang saat itu menggagas piagam Jakarta, merupakan cikal bakal pembukaan Undang-Undang Dasar negara Indonesia 1945 dan juga cikal bakal Pancasila," sambungnya.

Rektor UII, Fathul Wahid menambahkan, UII dan Republik Indonesia ini lahir dari rahim yang sama.

“Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir diabadikan sebagai nama Auditorium UII dan Prof. Dr. Sardjito namanya diabadikan sebagai nama Gedung kuliah umum,” terang Rektor UII, Fathul Wahid disela-sela usai acara Ujian Terbuka (promosi Doktor) Dr. Ari Yusuf Amir, SH, M.H pada program studi Doktor S3 Ilmu Hukum Fakultas Hukum UII yang terpusat di Auditorium Prof. Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Jumat (8/11/2019)

Rektor UII, Fathul Wahid menceritakan, Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir ketika berangkat kerja dari rumah kota gede ke kampus UII menggunakan andong. Selain sosok yang sedehana Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir sangat kental agamanya. 

"Sementara itu, Prof. Sardjito selama di UII tidak pernah mau menerima gaji, karena bagi beliau adalah memberi akan membuat kita menjadi kaya. Itulah nilai-nilai yang mereka tanamkan kepada kami dan sekarang tanggung jawab kami untuk merawat nilai-nilai itu," ucapnya.

Rektor UII, Fathul Wahid menambahakan, tahun 1950 UII punya Fakultas Agama yang satunya diminta oleh pemerintah menjadi IAIN yang sekarang menjadi UIN. Kemudian, Fakultas pedagogik yang bergabung dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan akhirnya menjadi IKIP Yogyakarta. Berikutnya, punya Fakultas Peternkan di Purwokerto dan nampaknya bergabung dengan Universitas terdekat di Purwokerto, di Gorontalo juga sekarang namanya menjadi IAIN Sultan Amai.

"Pembukaan cabang itu dumulai ketika Rektor yang ke-2 pak Kasmat kemudian dilanjutkan oleh Pak Sardjito. Nah, ketika pak Sardjito itulah UII sekitar tahun 1967 mendapatkan status disamakan yang merupakan status tertinggi perguruan tinggi swasta pada saat itu. Sehingga saat itu kita diminta untuk mengembangkan sayap, supaya semakin banyak anak bangsa yang dikasih layani pendidikan," ucapnya.

“UII adalah pioner dan perguruan tinggi swasta nasional pertama di Indonesia. UII mulai berdiri tanggal 8 Juli tahun 1945 yakni 40 hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Rektor UII, Fathul Wahid yang menceritakan peran sosok Prof KH Abdul Kahar Muzakkir dan Prof Dr Sardjito terhadap Kampus UII. Baginya, kedua tokoh tersebut layak dinobatkan sebagai Pahlawan RI. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com